MSDM
1.Pengertian Staffing dalam Manajemen
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
Staffing dan organizing yang erat hubungannya. Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi tersebut.
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
Staffing dan organizing yang erat hubungannya. Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi tersebut.
Fungsi manajerial staf melibatkan struktur organisasi dengan tepat dan efektif, penilaian seleksi dan pengembangan secara personil untuk mengisi peran yang ditugaskan kepada pengusaha /
tenaga kerja.
Menurut Theo Haimann, "Staffing berkaitan dengan perekrutan, pengembangan seleksi, dan kompensasi kepada bawahan."
Menurut Theo Haimann, "Staffing berkaitan dengan perekrutan, pengembangan seleksi, dan kompensasi kepada bawahan."
Sifat Fungsi Personalia:
·
Staffing adalah tindakan manajerial yang paling penting bersama dengan perencanaan, pengorganisasian,
memimpin dan mengendalikan. Operasi keempat
fungsi tergantung pada tenaga kerja yang tersedia melalui fungsi staf.
·
Staffing adalah kegiatan-Sebagai meresap fungsi kepegawaian dilaksanakan
oleh semua manajer dan di semua jenis masalah
di mana kegiatan usaha dilakukan.
·
Staffing adalah kegiatan-ini terus-menerus
karena fungsi staf berlanjut
sepanjang kehidupan organisasi
di karenakan transfer dan promosi yang terjadi.
·
Dasar dari fungsi kepegawaian
adalah manajemen yang efisien. Sumber
daya manusia dapat efisien dikelola oleh
sebuah sistem atau prosedur yang
tepat, yaitu, rekrutmen, seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, memberikan remunerasi,
dll.
·
Staffing membantu dalam menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan
yang tepat. Hal ini dapat dilakukan secara efektif melalui prosedur rekrutmen yang tepat dan
akhirnya memilih kandidat yang
paling cocok sesuai persyaratan
kerja.
·
Staffing dilakukan
oleh semua manajer tergantung
pada sifat dari bisnis, ukuran
perusahaan, kualifikasi dan keterampilan manajer, dll Dalam perusahaan
kecil, manajemen puncak umumnya
melakukan fungsi ini. Pada
perusahaan skala menengah dan kecil,
itu dilakukan terutama oleh departemen personalia perhatian itu.
2.Staffing
dan kasus
- A. Pengetahuan dasar tentang Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi
manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari
merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga
memberi daya guna maksimal kepada organisasi.Top of Form
Organisasi-organisasi besar adalah
organisasi dengan nilai budaya yang tinggi, dengan perhatian yang besar pada nilai,
ekspektasi, dan perilaku. Biasanya didalam budaya tersebut pasti ada teamwork,
fokus terhadap konsumen, perlakuan yang adil pada karyawan, inisiatif, dan
inovasi. Budaya-budaya ini juga harus terus dikomunikasikan kepada karyawan,
baik yang lama maupun yang baru. Karena itu, keputusan staffing adalah
keputusan yang penting bagi organisasi, yang juga harus disesuaikan dengan
strategi bisnis agar dapat menunjang budaya organisasinya.
B.Pertimbangan
organisasional dalam keputusan staffing :
Strategi bisnisHarus ada kesesuaian
antara strategi yang diinginkan perusahaan dengan karakteristik orang yang
dharapkan untuk mengimplementasikan strategi tersebut. Dalam hal ini, ada dua
model dimensional yang dapat dipertimbangkan, yaitu :
v Strategi organisasi selama tahap
perkembangan Untuk alasan strategik, pertimbangan tahap perkembangan bisnis
sangat penting karena kebanyakan darinya, seperti tingkat pertumbuhan, lini
produk, teknologi, pangsa pasar, dls, akan berubah seiring perubahan
organisasi. Pada masa awal, perusahaan akan memiliki tingkat pertumbuhan yang
tingi, lini produk dasar, penekanan yang kuat pada engineering produk, dan
tidak ada kesetiaan kustomer.
Sedangkan pada tahap perkembangan yang lebih tinggi, perusahaan akan fokus pada pengembangan pangsa pasar dan tim manajemen yang baik. Ketika mencapai tahap kedewasaan, perusahaan perlu mempertahankan pangsa pasar, pengurangan biaya melalui skala ekonomis, dan berbagai pengendalian lainnya. Pada tahap selanjutnya dimana organisasi semakin tua, ia harus berjuang untuk mempertahankan pangsa pasar. Ketahanan ekonomi menjadi motivasi utamanya.
Sedangkan pada tahap perkembangan yang lebih tinggi, perusahaan akan fokus pada pengembangan pangsa pasar dan tim manajemen yang baik. Ketika mencapai tahap kedewasaan, perusahaan perlu mempertahankan pangsa pasar, pengurangan biaya melalui skala ekonomis, dan berbagai pengendalian lainnya. Pada tahap selanjutnya dimana organisasi semakin tua, ia harus berjuang untuk mempertahankan pangsa pasar. Ketahanan ekonomi menjadi motivasi utamanya.
v Gaya manager yang berbeda-beda
dalam tiap tahapannya.Pada tahap awal, perusahaan perlu memiliki manager yang
mampu berjuang di lingkungan yang penuh resiko, memiliki nilai kewirausahaan,
dan mampu merespon cepat terhadap perubahan kondisi. Ditahap pertumbuhan,
kewirausahaan masih diperlukan, namun hal penting lainnya adalah manager yang
juga mampu mengembangkan sistem manajemen yang stabil untuk mempertahankan
kemenangan yang dicapai pada masa awal. Ketika organisasi mencapai tahap
kedewasaan, diperlukan manager yang tidak membutuhkan banyak variasi dalam
pekerjaannya, mampu mengembangkan skala ekonomis terus-menerus, dan mau
memantau berulang-ulang kegiatan operasinya. Sebaliknya, jika perusahaan telah
menua maka dibutuhkan manager yang bisa menjadi penggerak besar. Manager yang
memiliki kewirausahaan masih sesuai untuk masa ini, dimana mereka harus
melakukan segala cara
untuk menyelamatkan keuangan
perusahaan.
C.Budaya
organisasional
Budaya organisasi harus disampaikan
kepada karyawan baru, bahkan pada proses penyeleksian berlangsung. Agar
staffing berjalan lancar, karyawan harus merasa cocok dengan budaya ditempatnya
bekerja. Untuk menyampaikan budaya organisasi, hal-hal berikut dapat dilakukan
:
1. Pernyataan formal atas filosofi
perusahaan dan materi yang digunakan untuk perekrutan, penyeleksian, dan
sosialisasi karyawan baru.
2. Kriteria promosi.
3. Cerita, legenda, maupun mitos
mengenai orang-orang dan peristiwa kunci di organisasi.
4. Apa yang diperhatikan, diukur,
dan dikendalikan oleh para pemimpin organisasi.
5. Kriteria implisit dan yang
mungkin digunakan pemimpin untuk menentukan siapa yang sesuai dengan posisi
kunci di organisasi.
Budaya organisasi memiliki dua
implikasi atas keputusan staffing, yaitu :
- Perbedaan bervariasi antara berbagai organisasi. Individu akan mempertimbangakn hal ini apabila informasinya tersedia dalam proses pencarian kerja mereka.
- Apabila hal lain konstan, individu yang memilih
pekerjaan dan organisasi yang konsisten dengan nilai, kepercayaan, dan
sikap mereka akan lebih produktif dan memuaskan.
§ Logika dari penyeleksian personel dalam proses penyeleksian, jumlah kandidat yang ada harus melebihi jumlah lowongan yang tersedia. Jika tidak, perusahaan tidak akan memiliki pilihan yang mencukupi untuk disaring dan dipilih yang terbaik.
§ Reliabilitas dari pengukuranUntuk menghindari resiko kesalahan dalam proses penyeleksian, media pengukur yang digunakan haruslah valid dan dapat diandalkan. Sebuah pengukuran dapat dianggap valid dan dapat diandalkan jika hasilnya konsisten dan stabil dari waktu ke waktu, dari satu sampel ke sampel lain, dan penilaian dari penguji yang berbeda-beda.
3 dan 4.Recruitment
internal dan eksternal dan proses perekrutan
Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu:
1. Teori rekrutmen “pencarian” (prospecting
theory of recruitment)
Menurut
teori ini rekrutmen dapat dilakukan sebagai sebuah proses satu arah (one-way
process) yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencari calon karyawan.
2. Teori rekrutmen “pasangan” (mating theory of recruitment)
Teori
ini mengemukakan bahwa calon karyawan maupun menejer sama-sama mencari
organisasi, sebagaimana organisasi mencari mereka.
Agar pencarian organisasi dan pelamar dapat bertemu, terdapat tiga kondisi
yang harus terpenuhi yaitu:
1. Adanya sebuah media komunikasi
2. Adanya kecocokan dari pelamar antara
karakteristik pribadinya dengan persyaratan kerja organisasi
3. Adanya motovasi untuk melamar.
Menurut
Simamora (2006:179) mengemukakan proses rekrutmen terdiri dari:
1. Penyusunan strategi rekrutmen
2. Pencarian para pelamar pekerja
3. Penyisihan pelamar-pelamar yang tidak cocok
4. Pengumpulan para pelamar
Sumber Rekrutmen
1. Rekrutmen Internal
Mengisi posisi yang lowong dengan calon dari dalam memiliki banyak
keuntungan. Pertama, sebenarnya tidak ada penggantian untuk mengetahui kekuatan
dan kelemahan seorang calon. Karenanya seringkali lebih aman untuk
mempromosikan karyawan dari dalam. Calon dari jalan juga mungkin lebih
berkomitmen kepada perusahaan kandidat dari dalam juga membutuhkan lebih
sedikit prientasi dan pelatihan dari pada kandidat dari luar (Dessler,2003:111)
Sumber-sumber internal meliputi karyawan yang ada sekarang yang dapat
dicalonkan untuk dipromosikan, dipindahtugaskan atau diretasi tugasnya, serta
mantan karyawan yang bisa dikaryakan dipanggil kembali (Schuer &
Jakson,1996:232)
Untuk melakukan rekrutmen internal kegiatan yang populer dan banyak
digunakan diantaranya adalah (Nawawi,2000:175) :
a) Rencana suksesi
Rekrutmen ini merupakan kegiatan yang difokuskan pada usaha mempersiapkan
pekerja untuk mengisi posisi-posisi eksekutif. Program yang sangat strategis
bagi sebuah organisasi/perusahaan, ini pada umumnya diselemggarakan secara informal.
Untuk itu perlu dilakukan identifikasi para pekerja untuk mendapatkan yang
memiliki potensi tinggi dalam bidang bisnis. Pekerja itu diberi kesempatan
memperoleh kesempatan setingkat eksekutif, baik sebagai pelatihan atau melalui
pengalaman langsung yang berdampak untuk pengembangan karier, maupun untuk
menguji kemampuannya sebelum menempati posisi penting dilingkungan
organisasi/perusahaan.
b) Penawaran terbuka untuk satu jabatan
(job posting)
Rekrutmen terbuka ini merupakan sistem mencari pekerja yang berkemampuan
tinggi untuk mengisi jabatan yang kosong, dengan memberikan kesempatan pada
semua pekerja yang berminat. Semua pekerja yang berminat untuk mengisi jabatan
untuk menyampaikan permohonan untuk mengikuti seleksi intrn. Cara ini baik
untuk mengisi kekosongan eksekutif tingkat bawah, guna menghindari penempatan
yang bersifat subyektif.
c) Perbantuan pekerja
Rekrutmen internal dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu
jabatan dari unit kerja lain (pekerja yang ada). Kemudian setelah selang
beberapa waktu lamanya apabila pekerja yang diperbantukan merupakan calon yang
cocok/tepat dan sukses, maka dapat diangkat untuk mengisi jabatan yang kosong
tersebut. Perbantuan pekrja ini merupakan sumber tenaga kerja intern yang
penting untuk semua tingkatan jabatan, karena merupakan pekerja yang sudah
mengenal secara baik organisasi/perusahaan tempatnya bekerja. Untuk itu
pembayaran upah harus sesuai dengan jabatan baru serta insentif-insentif
lainnya, agar motivasi untuk bekerja secara efektif dan efisien cukup tinggi.
d) Kelompok pekerja sementara
Kelompok pekerja sementara (temporer)
adalah sejumlah tenaga kerja yang diperkerjakan dan diupah menurut keperluan,
dengan memperhitungkan jumlah jam atau hari kerja. Salah satu diantaranya
adalah dengan sistem kontrak, yang akan diakhiri jika masa kontrak selesai.
e) Promosi dan pemindahan
Rekrutmen yang paling banyak dilakukan adalah promosi untuk mengisi
bersifat horizontal. Kekosongan pada jabatan yang lebih tinggi yang diambil
dari pekerja yang jabatanya lebih rendah. Disamping itu terdapat pula
kegiatannya dalam bentuk memindahkan pekerja dari satu jabatan ke jabatan yang
lain yang sama jenjangnya. Dengan kata lain promosi bersifat vertikal, sedang
pemindahan.
.
2. Rekrutmen Eksternal
Perusahaan tidak selalu bisa mendapatkan semua karyawan yang mereka
butuhkan dari staf yang ada sekaarang, dan terkadang mereka juga tidak ingin.
Rekrutmen ekstenal adalah proses mendapatkan tenaga kerja dari pasar tenaga
kerja di luar organisasi atau perusahaan.
Sumber rekrutmen eksternal meliputi individu-individu yang saat ini bukan
merupakan anggota organisasi. Manfaat terbesar rekrutmen eksternal adalah bahwa
jumlah pelamar yang lebih banyak dapat direkrut. Hal ini tentunya mengarah
kepada kelompok pelamar yang lebih besar dan kompeten daripada yang normalnya
dapat direkrut secara internal. Pelamar dari luar tentu membawa ide, teknik
kerja, metode produksi, atau pelatihan yang baru ke dalam organisasi yang nantinya
akan menghasilkan wawasan baru kedalam profitabilitas. Setiap organisasi atau
perusahaan secara periodik memerlukan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja
diluar organisasi atau perusahaan. Pasar tenaga kerja merupakan sumber tenaga
kerja yang sangat berpariasi. Beberapa bentuknya adalah (Nawawi,2000:178)
a. Hubungan denga universitas
Universitas atau perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang
bertugas menghasilkan tenaga kerja sesuai dengan lapangan kerja yang terdapat
dimasyarakat. Dengan demikian berarti universitas merupakan sumber tenaga kerja
yang dapat dimafaatkan oleh organisasi atau perusahaan, untuk mengisi jabatan
dibidang bisnis/produk lini dan jabatan penunjangnya.
b. Eksekutif mencari perusahaan
Sering terjadi sebuah perusahaan memerlukan eksekutif senior untuk mengisi
jabatan penting, dengan menawarkan upah/gaji yang kompetetif dibandingkan
dengan perusahaan sejenis sebagai pesaingnya. Rekrutmen tersebut jika sulit
dipenuhi, sekurang-kurangnya perusahaan dapat mengangkat konsultan ahli, yang
dapat diperoleh diberbagai lembaga, khususnya peruruan tinggi. Rekrutmen ini
jika dibandingkan dengan cara lain, ternyata relatif mahal.dengan pengangkatan
konsultan, pembiayaan dapat lebih ditekan karena dapat dibatasi waktunya dalam
penetapan perjanjian.
c. Agen tenaga kerja
Rekrutmen eksternal lainnya dapat dilakukan melalui agen tenaga kerja, yang
memiliki calon dengan berbagai kualifikasi dan kualitasnya. Untuk itu
organisasi/perusahaan hanya menyampaikan karekteristik calon yang diinginkan. Organisasi/perusahaan
membayar agen apabila ternyata calon yang diajukan disetujui dan diangkat
sebagai eksekutif.
d. Rekrutmen dengan advertensi
Rekrutmen eksternal dapat dilakukan dengan cara mengadventasikan tenaga
kerja yang diperlukan. Untuk keperluan itu dapat dipergunakan surat kabar
lokal, termasuk majalahk,radio dan televisi, bahkan melalui surat yang
disampaikan secara langsung pada calon.
.
Bentuk
lain rekrutmen yang dapat digunakan adlah sebagai berikut:
a) Teman/famili pekerja
Cara ini adalah memberikan kesempatan kepada pekerja untuk mencalonkan
seseorang yang dikenalnya, dengan ketentuan harus melalui seleksi agar
memperoleh tenaga kerja yang kualifaid, cara ini disebut juga “rekrutmen dari
mulut ke mulut” yang mungkin merupakan rekrutmen internal dan mungkin pula
bersifat eksternal.
b) Kantor penempatan tenaga kerja
Di Indonesia dalam rangka menyalurkan tenaga kerja yang sangat besar
jumlahnya, ternyata pemerintah ikut berperan aktif dalam membantu pencari kerja
untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk itu organisasi/perusahaan dapat meminta
bantuan atau bekerja sama dalam merekrut tenaga kerja baru melalui daftar
tunggu pencari kerja. Setiap calon dipanggil untuk mengikuti seleksi, agar
diperoleh tenaga kerja yang kompetetif.
c) Balai latihan keterampilan
Balai latihan keterampilan bertugas membantu pencari kerja untuk
memeperoleh keterampilan kerja tertentu. Dari balai ini dapat diperoleh
sejumlah calon yang direkomendasi, namun jika jumlahnya melebihi kebutuhan
dapat dan perlu pula diseleksi melalui proses yang obyektif.
d) Organisasi profesional
Sebuah organisasi/perusahaan tidak mustahil untuk meminta bantuan atau
bekerjasama dengan organisasi profesional yang relevan, dalam usaha merekrut
tenaga kerja yang kualifaid.
Berdasarkan uraian diatas, masing-masing sumber rekrutmen baik sumber
intenal maupun sumber eksternal mempunyai keuntungandan kelemahan, seperti yang
dikemukakan oleh Schuler dan Jackson (2006:239) sebagai berikut:
Sumber internal
Keuntungan meliputi:
1. Semangat kerja yang lebih baik
2. Penilaian kemampuan yang lebih baik
3. Biaya lebih rendah untuk lowongan tertentu
4. Motivasi yang lebih tinggi untuk berkinerja lebih baik
5. Pengisian lowongan lebih cepat
Kerugianya, meliputi:
1. Rasa lekat pada lingkungan lama yang sudah diakrabi
2. Menimbulkan masalah semangat kerja bagi yang tidak
dipromosikan
3. Menimbulkan pertikaian politik promosi
4. kebutuhan akan program pengembangan
managemen dan pelatiha yang mendesak
5. Menghambat ide-ide baru
Sumber eksternal
Keuntungannya meliputi :
1. “darah baru” perspektif baru
2. Biaya yang lebih rendah daripada melatih seorang
professional
3. Tidak ada kelompok politik yang beraliansi dalam
organisasi
4. Kemungkinan membawa rahasia pesaing wawasan baru
5. Membantu memenuhi kebutuhan kesempatan kerja sama
Kerugian, meliputi:
1. Kemungkinan memilih orang yang tidak
cocok, akan menimbulkan masalah semangat kerja bagi calon karyawan internal
yang tidak terpillih
2. Penyesuaian atau orientasi memerlukan waktu yang sama
3. Kemungkinan membawa perilaku lama yang kurang baik
.
Formulir lamaran
Formulir lamaran dirancang sendiri oelh organisasi/perusahaan dalam rangka
menggali berbagai macam informasi dari para pelamar sesuai dengan kebutuhan
organisasi/perusahaan tersebut. Menurut Siagan (2006:126) secara umum formulir
lamaran dapat menggali informasi tentang delapan hal, yaitu:
1. Data pribadi,
2. Status pelamar,
3. Keahlian dan keterampilan,
4. Riwayat pengalaman,
5. Latar belakang kemiliteran,
6. Piagam penghargaan,
7. Kegemaran atau hobi, dan
8. Referensi
Data pribadi, digunakan untuk mempermudah pengenalan diri pelamar, khususnya yang
berkaitan dengan pekerjaan. Data-data tersebut meliputi nama lengkap , alamat
tempat tinggal, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan,
jumlah tanggungan, penyakit yang pernah diderita dan sebagainya.
Status pelamar, menanyakan apakah yang bersangkutan sekarang bekerja atau tidak, tujuan
melamar, kesiapan mulai bekerja apabila diterima, jenis pekerjaan/jabatan yang
dilamarnya, bersedia ditempatkan dimana saja, jumlah imbalan yang diharapkan
dan sebagainya.
Keahlian dan keterampilan, untuk lebih memudahkan dalam menempatkan para pelamar sesuai dengan pengetahuan
dan keterampilannya. Informasi yang perlu digali meliputi: (1) tingkat
pendidikan tertinggi yang pernah dicapai, (2) nama-nama dan alamat sekolah yang
pernah dimasuki, (3) pelatihan yang pernah diikuti, (4) keahlian atau
keterampilan khusus yang dimiliki, dan sebagainya.
Riwayat kpenglaman, untuk mengetahui apakah pelamar adalah seorang yang dapat diharapkan meriti
karir di organisasi yang bersangkutan atau senang berpindah-pindah. Data yang
diperlukan meliputi nama dan organisasi yang memperkerjakannya, lamanya
bekerja, literatur jabatan, sifat dan jenis pekerjaan, gaji permulaan, dan gaji
terakhir.
Kegemaran atau hobi, akan digunakan oleh perusahaan sebagai sarana mendekatkan dengan para
relasi, melalui kegemaran atau hobi dari para relasinya tersebut.
Referensi, pelamar diminta memberikan beberapa nama, alamat, pekerjaan dan jabatan
orang-orang tertentu yang mengenal pelamar dengan baik. Mengenal dengan baik
artinya orang-orang tersebut dapat memberikan informasi yang factual dan
obyektif mengenai diri pelamar, kepribadiaanya, sifat-sifatnya, kemauannya dan
informasi lain ynag dianggap relevan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar